Maksimalkan Potensi Diri
Maksimalkan Potensi Diri Ubah Pola Pikir Tingkatkan Kepercayaan Diri, Finansial, dan Kualitas Diri Bertindaklah sekarang juga
Minggu, 03 April 2011
Atas Nama Cinta
Sabtu, 02 April 2011
Open your heart, then it will find its own way
Jumat, 01 April 2011
Kekuatan kata-kata
Senin, 28 Maret 2011
Keajaiban Pikiran

Ada suatu Prinsip tentang pikiran yaitu "Bila Anda pikir Anda bisa , maka Anda bisa...tetapi bila Anda pikir Anda tidak bisa, maka Anda tidak bisa".
- Anda memiliki kemampuan belajar. Jadi saat ini Anda tidak bisa, setelah Anda belajar maka Anda akan bisa.
- Anda perlu mempeluas wawasan , sebab sering kali sesuatu yang kita anggap sulit karena kita tidak memiliki wawasan tentangnya.
- Suatu pekerjaan atau keterampilan yang dilakukan dengan sangat baik oleh orang lain biasanya hasil dari belajar atau latihan yang keras/atau lama. Jika Anda telah mencoba tetapi belum bisa, mungkin saja Anda perlu belajar dan latihan lagi.
- Banyak hal yang kita anggap tidak bisa karena kita belum pernah mencobanya.
- Masalah citra diri, seringkali anggapan kita terhadap diri kita dibawah kemampuan kita sebenarnya.
Minggu, 27 Maret 2011
Hilangkan Prasangka

Ketika anda memandang suatu persoalan, tanggalkan prasangka-prasangka.
Rabu, 23 Maret 2011
Berterimakasihlah pada setiap ide yang diterima

“Dari mana idenya?” Sering mendengar pertanyaan itu.
ide sesuatu yang abstrak, tapi punya manfaat besar dan bahkan mampu mengubah hidup anda selanjutnya. Benar… produk-produk yang hadir di sekeliling kita pun semuanya dibuat berawal dari ide.
Dimulai dari ide yang membuat bangunan-bangunan tinggi kokoh terbangun. Dari ide mulanya, sampai kemudian jaringan koneksi antar komputer yang dinamakan internet terbentuk. Dari ide yang membuat mobil-mobil berkecepatan tinggi dibuat. Semuanya berawal dari ide.
Tapi tidak semua orang kemudian bersikap ramah pada ide. Kadang ada orang yang menolak datangnya ide-ide baru. Kenapa?
Salah satu penyebabnya bisa karena kita terlalu sibuk dengan kegiatan yang dijalani. Pekerjaan di kantor yang demikian padat atau rutinitas yang tinggi mungkin membuat kita tak sempat “menghela nafas” dan merenung sejenak guna mendapatkan ide-ide baru.
Bekerja tentu hal yang baik. Namun menjadi kurang baik kalau pekerjaan itu sampai membelenggu anda. Membuat anda hanya bergerak dari satu jadwal ke jadwal yang lain. Membuat seolah isi kepala anda (hanya) penuh dengan berbagai target yang harus diselesaikan.
Cobalah santai sebentar… Hidup ini indah. Hidup ini begitu membahagiakan. Anda tinggal dikelilingi orang-orang tersayang anda. Hirup udara yang segar, dan saat itu rasakan kalau waktu tidak bergerak. Curahkan perhatian anda hanya untuk rileks dan siap menerima ide baru apapun.
Lalu…
ucapkan terimakasih–minimal dalam hati–untuk setiap ide yang anda terima.
Mungkin setiap ide yang anda dapat waktu itu tidak bisa langsung anda ACTION-kan. Tidak jadi soal. Yang penting, anda jangan lupa mencatatnya danmenjadwalkan waktu untuk mengkajinya lebih jauh untuk melihat kemungkinan anda ACTION-kan dalam waktu dekat.
Jadi poin pentingnya adalah…
Jangan pernah menolak setiap ide yang datang pada diri anda, dari manapun ide itu datang dan sesibuk apapun anda.
Hidup ini penuh dengan kesempatan. Kesempatan untuk menjadi lebih cerdas,lebih kaya, lebih bahagia, dan lebih sukses. Dan kesempatan-kesempatan itu tumbuh bersama ide-ide yang datang pada anda.
Jadi, tidak ada lagi alasan untuk menolak ide-ide yang datang pada anda bukan?
www.jokosusilo.com
Selasa, 22 Maret 2011
Memberi tanpa pertimbangan
Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi.
Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata
anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin
tercecer di sana-sini. hanya untuk satu tujuan: diberikan. Apakah anda
sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi
memekakkan telinga. Atau. anda sedang berada dalam mobil ber-ac yang
sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli
bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain
sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada
mereka.
Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring
dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan
dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang "berlatih"
memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti?
Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan
anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.
Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus
sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu
adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan
receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di
tangan, melainkan di hati.