Selasa, 22 Maret 2011

Memberi tanpa pertimbangan

Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi.

Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata

anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin

tercecer di sana-sini. hanya untuk satu tujuan: diberikan. Apakah anda

sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi

memekakkan telinga. Atau. anda sedang berada dalam mobil ber-ac yang

sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli

bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain

sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada

mereka.


Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring

dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan

dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang "berlatih"

memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti?

Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan

anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.

Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus

sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu

adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan

receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di

tangan, melainkan di hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar